Kami Saling Melengkapi

Dari Murtadha Muthahhari, Seorang pemikir muslim :

 

Ilmu mempercepat Anda sampai ke tujuan dan agama menentukan arah yang dituju.

Ilmu menyesuaikan manusia dengan lingkungannya dan agama menyesuaikan dengan jati dirinya.

Ilmu hiasan lahir dan agama hiasan batin.

Ilmu memberikan kekuatan menerangi jalan dan agama memberi harapan dan dorongan bagi jiwa.

Ilmu menjawab pertanyaan yang dimulai dengan “bagaimana” dan agama menjawab pertanyaan yang dimulai dengan “mengapa”.

Ilmu tidak jarang mengeruhkan pikiran pemiliknya, sedangkan agama menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus.

 

ilmu dan agama

 

Semoga Allah ridhoi kita dalam setiap langkah kita mencari & memahami ilmu, ditambahkan pula iman Islamnya sehingga berkah senantiasa hidup kita aamiin.

Yeay! ^^

Advertisements

Salam hangat dari Capcay, Udang Goreng Tepung, dan Mashed Potato! :D

Iya salam hangat, apalagi kalo capcaynya baru beres dituang dari wajan ke mangkok dan berasap-asap … Hangat banget pasti hehe …

Masak iseng pagi menuju siang hari ini yaitu capcay, udang goreng tepung, dan mashed potato. Praktis, murah, bahannya mudah didapat, dan ada sayurnya yang pasti! hehe …

Iya, Saya pribadi sedang menggalakkan program makan sayur untuk diri sendiri. Dari dulu punya niatan harus bisa makan sayur, sayangnya ga pernah kesampean …. Usut punya usut ternyata memang niatnya ga bener. Dulu niatnya makan sayur adalah supaya bisa turun berat badan tok!, sekarang niatnya : mengambil manfaat penuh dari makanan halal yang Allah ciptakan, gamau jadi manusia merugi karena nikmat yang diciptakan gamau dinikmati. Panjang ya haha … tapi iya, niat itu ngaruh banget! Sekarang dengan mudahnya bisa makan sayur dengan santai tanpa eneg-eneg lebay lagi (bahkan dulu setiap makan sayur dilepeh, paling parah dimuntahin) hehe. Lagian nih ya, sebagai calon ibu, memang kudu ya suka sayur, kasian lah nanti anaknya kalo ibunya emoh makan sayur. | Oh, Yufi mau punya anak? | yaiyalah masa gamau | *jawaban diplomatis* hahaha Onde mande ~

Nah, tulisan kali ini iseng-iseng berbagi cara buatnya juga, well bukan karena jago masak ya, bukan …. Cuma pengen berbagi aja hehe … Juga pengen ngasih liat ternyata masakan yang kita buat sendiri itu harganya jauh lebih murah daripada sering-sering beli masakan di luar, hemat gitu kan ceritanya, dan lebih terjamin juga bersihnya :)

Yuk kita buat! :D

capcay-ugt-mp
Sepiring capcay feat udang goreng tepung, mashed potato, dan seuprit cabe bubuk :)

 

bahan capcay
Bahan-bahan utama untuk membuat capcay

 

Bahan-bahan untuk membuat Capcay (dan harganya*) :

Isi

  1. Sawi hijau dan sawi putih 1/2 ikat  : Rp 1.000,-
  2. Brokoli dan kembang kol : Rp 3.500,-
  3. Wortel 3 batang  : Rp 1.500,-
  4. Bakso sapi : Rp 5.000,-

Bumbu

  1. Bawang bombay 1/2 siung : Rp 1.000,-
  2. Bawang putih 3 siung : Rp     500,- (harga kira-kira)
  3. Lada bubuk secukupnya : Rp 1.000,- / Sachet
  4. Garam  secukupnya : Rp.   500,- (harga kira-kira)
  5. Penyedap rasa (optional) : Rp. 1.000,- / Sachet
  6. Air rebusan udang secukupnya : –
  7. Larutan tepung maizena  1/2 sdt : Rp.    500

Total harga bahan untuk membuat capcay  : Rp 15.500,- (untuk porsi 3-4 orang).

Keterangan :

  1. Bahan-bahan ini dibeli di pasar tradisional Paseban, Jakarta Pusat per tanggal 12 April 2014. Lain tempat, lain waktu, bisa jadi beda harganya ya hehe. Terus, beli sawi ga mungkin setengah ikat hehe, belinya tetap satu ikat, jadi harganya dikalikan dua aja, ini karena kebetulan hanya untuk 3-4 porsi jadi hanya butuh setengah ikat aja :).
  2. Air rebusan udang digunakan sebagai kaldu, bisa diganti dengan air biasa saja. Di sini kebetulan akan membuat udang goreng tepung, nah supaya udang tidak telalu amis makanya direbus, nah sisa air rebusannya bisa dipakai untuk kaldu capcay.
  3. Harga kira-kira maksudnya kemungkinan harganya lebih murah dari itu karena bahan tersebut hanya dibutuhkan sedikit saja hehe :).

Cara membuat :

Capcay

  1. Cuci bersih semua bahan isi (sayuran) dan bumbu (bawang bombay dan bawang putih yang sudah dikupas kulitnya).
  2. Iris kecil-kecil bawang bombay dan bawang putih, sisihkan.
  3. Potong-potong bakso dan sayuran (sawi hijau-putih, brokoli, kembang kol, dan wortel), ukuran sesuai selera aja, sisihkan.
  4. Panaskan minyak di atas wajan, tumis irisan bawang bombay dan bawang putih.
  5. Jika tumisan bawang sudah wangi masukkan potongan wortel kembang kol, dan brokoli. Tumis sebentar, kemudian masukkan air kaldu, lada bubuk, garam, dan penyedap rasa. Masak sebentar.
  6. Tuangkan larutan maizena, aduk sebentar, kemudian masukkan sawi hijau, sawi putih, dan bakso.
  7. Masak hingga semua bahan matang, kematangan tergantung selera. Jika suka dengan sayur yang crunchy, masak jangan terlalu lama :).
  8. Matikan kompor, tuangkan capcay dari wajan ke mangkuk.
  9. Capcay siap disajikan hangat ^^.

 

Bahan-bahan untuk membuat udang goreng tepung (dan harganya*) :

  1. Udang seperempat kg : Rp. 10.000,-
  2. Tepung terigu secukupnya : Rp.    5.000,- (harga kira-kira)
  3. Tepung maizena 1 sdt : Rp.        500,-
  4. Air (untuk melarutkan tepung) : –
  5. Telur 1 buah : Rp.     1.500,-
  6. Lada bubuk secukupnya : Rp.     1.000,-/Sachet
  7. Penyedap rasa (optional) : Rp.     1.000,- /Sachet
  8. Garam secukupnya : –

Total harga untuk membuat udang goreng tepung : Rp. 19.000,- (Untuk porsi 2-3 orang).

Cara membuat :

Udang Goreng Tepung

  1. Larutkan tepung terigu dan maizena pada air. Air yang digunakan suhu ruang saja, jangan panas ya nanti tepungnya menggumpal.
  2. Tambahkan garam/penyedap rasa, lada bubuk, dan telur. Aduk rata.
  3. Masukkan udang ke dalam adonan tepung berbumbu tersebut, aduk hingga udang terbalut adonan secara merata.
  4. Panaskan minyak pada wajan, goreng udang hingga matang.
  5. Sajikan hangat ^^.

Bahan-bahan untuk membuat mashed potato :

  1. Kentang 1/4 Kg : Rp 2.500,-
  2. Susu cair secukupnya : Rp 4.000,-/ 250 mL
  3. Mentega / butter 1 sdm : Rp 2.500,- (harga kira-kira)
  4. Lada bubuk secukupnya : Rp  1.000,- / sachet

Total harga untuk membuat mashed potato : Rp 10.000,- (untuk porsi 2-3 orang).

Cara membuat :

Mashed Potato

  1. Potong kentang untuk mempercepat proses pengukusan.
  2. Panaskan air kukusan di dalam panci pengukus. Masukkan potongan kentang. Kukus hingga kentang matang, bisa dicek dengan garpu yang ditusukkan ke kentang.
  3. Angkat kentang yang sudah dikukus tersebut, hancurkan dengan garpu. Tambahkan susu cair, mentega/butter, lada bubuk, dan garam/penyedap rasa.
  4. Gunakan saringan yang tidak terlalu halus lubangnya, saring kentang kukus berbumbu tersebut sehingga menjadi lebih lembut.
  5. Mashed potato yang creamy siap disajikan dengan capcay dan udang goreng tepung yang sudah dibuat tadi ^^.
  6. Silahkan tambah saus sambal, saus tomat, dan bubuk cabai jika suka :).

Nah, gitu aja deh masak-masak isegnya, selamat mencoba? haha terserah deh mau nyoba atau mau sekedar baca tulisan ini ya gpp sih suka-suka hehe :D

Sampai ketemu di masak-masak berikutnya hahaha :D

 

Khairan, in syaa’ Allah :)

Khairan, in syaa’ Allah …

Kebaikan, in syaa’ Allah :)

Setelah subuhan, iseng buka twitter pas sekali yang muncul dan pertama terlihat adalah tweetnya Aa’ Gym yang seperti ini :

aa gym

Berkata dalam hati :

I’m officially 24 yo, today! hehe …

Iya, innalhamdalillaah … segala puji hanya bagi Allah yang sudah memberikan kesempatan merasakan hidup dengan segala kebaikan yang tak terkira jumlahnya selama 24 tahun. Lahir dari orang tua penganut ajaran-Nya yang penuh kasih sayang, tercukupi papan; sandang; pangannya, terpenuhi haknya untuk menuntut ilmu, dikelilingi oleh orang-orang terbaik dari sisi-Nya yang memberi ilmu; kasih sayang; dan juga sebagai perantara rezeki-Nya ….

Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari sesuatu yang biasa kita kenal dengan sebutan “hari ulang tahun” atau “hari lahir”, ga ada, dan memang sudah satu setengah tahun belakangan ini Saya pribadi sudah tidak lagi mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman, keluarga, dll. Aneh? tidak perhatian? tidak seperti orang pada umumnya? hehe iya mungkin. Alasannya in syaa’ Allah bisa dipertanggungjawabkan, mungkin bisa iseng-iseng berilmu cari tau tentang ‘hukum mengucapkan dan merayakan ulang tahun dalam Islam’ … wallahu’alam.

Oke, kalau sudah pada baca artikel tentang itu alhamdulillaah :), tapi terlepas dari itu semua, Saya pribadi amat sangat menghargai dan menyukai aktifitas saling mendoakan di antara kita semua. Sering kali di antara kita dalam keluarga, pertemanan, persaudaraan, dan lain-lain (hubungan yang Allah sukai tentunya) lupa untuk saling mendoakan satu sama lainnya. Moment ulang tahun seringkali kita jadikan sebagai moment saling mendoakan satu sama lain, bagus ga saling mendoakan? bagus ah menurut Saya hehe :), oleh karenanya setelah terbiasa untuk membiasakan diri tidak mewajibkan diri mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ layaknya ibadah wajib, Saya lebih suka mendoakan saja, bisa jadi doanya tersuratkan (mengirim pesan personal, mengatakannya langsung di telfon, atau saat bertemu langsung), atau bisa juga mendoakan diam-diam. Diam-diam dari yang didoakan, tapi dihaturkan pada Yang Mahakuasa, Allah. Mungkin ga banyak teman-teman yang memaklumi ini, tapi …. khairan, in syaa’ Allah.

6 April 2014. Hari ini. Tahun ini. Kembali disadarkan bahwa begitu banyak orang-orang yang menyayangi seorang Yufi. Segala kasih sayang, harapan, dan cita mengalir indah dalam untaian doa-doa dari mereka. Teman, sahabat, keluarga.

Begitu seringnya diri ini menafikan nikmat Allah atas kehadiran mereka, maka pada kesempatan hari ini, dalam tulisan ini izinkan Saya untuk mengatakan ‘Jazakumullaahu khairan katsiran’, semoga Allah membalas kalian semua dengan kebaikan yang banyak. Aamiin ya rabbal’alaamiin :).

Khairan, in syaa’ Allah. Semoga bertambahnya usia ini juga diiringi dengan bertambahnya iman pada Allah, bertambahnya ilmu yang mendekatkan diri pada Allah, bertambahnya sifat baik-mulia pada sesama, bertambah bertambah bertambah dan bertambah semua kebaikan hingga nanti datang saatnya menemui Sang Pencipta.

Untuk setiap doa yang tersurat maupun tersirat semoga Allah kabulkan, dan harapan baik itu juga akan berbalik kepada yang mengharapkannya aamiin ya rabbal’alaamiin :).

Beberapa yang ter-capture, untuk di-aamiin-i, diusahakan, disyukuri …. :)

Today is all about Broccoli!

pasta brokoli
Sarapan hari ini : Pasta-Brokoli Kaldu Ayam … Kaya serat! ;)

 

Nasgor
Makan siangnya ini, hijau-orange! ^^

Udah gapake alasan lagi gabisa makan sayur, mari kreatif menggunakan sarana yang ada untuk cari-cari resep masak sayur yang simpel dan enak! :9

 

Resep asli pasta-brokoli bisa dilihat di sini –> Klik

Selamat coba-coba wahai pejuang sayur! hehe ^^

How To Be Happy

Ehem … Sebenarnya, tulisan ini punya judul asli “How To Be Happy Ala Yufi” … Sengaja di bagian judul ga ditulis lengkap, takutnya yang baca keburu ga happy duluan liat kata “Ala Yufi”-nya :p.

Udah terlanjur baca kan? yah happy ga happy terusin dulu lah bacanya *maksa pokoknya*…. hehe. Tulisan ini terinspirasi dari kalian yang suka nanya-nanya gini ke Saya “Yuf, lo kenapa sih senyum mulu? Hidup lo emang happy terus ya?”, kira-kira begitu ya pertanyaannya. Baiklah sekarang Saya jawab ya ….

Tentang senyum. “Aku tersenyum bukan berarti selalu bahagia, aku tersenyum karena aku ingin bahagia” (udah bisa dijaiin lirik lagu dangdut belum kata-kata ini? :p). Kata-kata itu sebenarnya sudah mewakili keseluruhan jawaban yang mau Saya jawab karena memang begitu, wajah yang menyenangkan biasanya lebih disenangi orang lain, disenangi dalam artian orang lain nyaman untuk berinteraksi dengan kita, kalo orang lain senang, mereka tidak segan-segan berbagi apapun kepada kita, ya ilmu, ya rezeki, ya intinya : semakin banyak orang lain yang nyaman dengan keberadaan kita, maka “perantara” kebahagiaan dari Allah semakin banyak pula, ya ujungnya dan intinya “Kita Bahagia”.

Saya pernah bercermin sambil benar-benar memperhatikan wajah Saya ketika Saya diam, tanpa senyum, tanpa menggerakan apapun pada wajah Saya, waw! luar biasa! Cantik? Manis? Manja? bukan… bukan itu maksudnya hehe. Wajah Saya itu …. Luar biasa juteknya! hehe. Entah apa mungkin karena Saya berdarah Aceh-Betawi, jadi bawaannya “keras” sampe ke wajah-wajah atau bukan, ini tetaplah kesempurnaan ciptaan Allah yang harus disyukuri, alhamdulillaah, dengan “kejutekan” itu, Saya jadi selalu bersemangat untuk banyakin senyum :).

Balik lagi ke “How To Be Happy Ala Yufi” , Saya memang punya beberapa cara dalam bersikap menghadapi ketidaknyamanan yang bikin hidup jadi kurang bahagia. Sebelumnya, kita harus tau dulu kenapa sih kita orang ini suka ga bahagia? Inti ketidakbahagiaan itu sebenarnya adalah ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan : apa yang kita sukai, apa yang kita maksud, dan apa yang kita mau. Kalo semua hal yang kita dapat adalah apa yang kita sukai, apa yang kita maksudkan, apa yang kita mau, bahagia ga? jawaban manusiawinya : “ya iya lah bahagia”. hehe.

Jadi, kalo Saya mau bahagia berarti Saya harus “menghilangkan” apa-apa yang tidak Saya sukai, tidak Saya maksud, dan tidak Saya mau. Bisa? Bisa banget. Contoh simpelnya begini :

  1. Saya mengunfollow akun-akun yang tidak Saya senangi postingannya, tweetnya, kata-katanya even itu akun teman sendiri.
  2. Saya keluar dari group obrolan (misal group what’s up, Line, dll) yang obrolannya tidak Saya senangi.

Kedua contoh itu benar-benar Saya lakukan, di sini yang Saya hilangkan adalah “hal”nya, yaitu “postingannya” dan “obrolannya” yang kemungkinan akan membuat Saya tidak nyaman ketika membacanya. Bahagia? Bahagia dong hehe kan jadi ga liat-liat bacaan yang ga Saya suka.

Tapi, perlu sekali diingat bahwa kita ga boleh lebay, ingat bahwa yang bikin kita ga bahagia itu tulisannya, obrolannya, bukan orangnya. Jadi, stop serakah dengan menghilangkan semuanya. Hilangkan yang perlu dihilangkan aja, kalo ketemu orangnya atau dia menghubungi Saya via personal message, Saya pribadi ga benci, ga ngerasa ga nyaman, biasa aja, tetap bisa ngobrol dengan asik kok. Munafik? Ga dong, karena ketika ketemu atau ngobrol langsung, dia memang teman yang cukup asik, juga baik,  tidak ada keluhan yang keluar dari omongannya, tidak ada hina-dina, sumpah serapah keluar dari mulutnya, so kenapa harus benci?. Kemungkinan besar, dia menjadikan media sosialnya sebagai “tempat sampahnya”, jadi dia tulis apa yang menjadi unek-uneknya, ya hak dia. Kita ga suka? ya hak kita juga, mau bilangin dia kalo itu ga baik? ok banget bersikap begitu, kalo ga bisa dibilangin ya tinggal unfollow atau unfriend, beres perkara :).

Cara kedua yaitu dengan “stop ngeluh”. Beberapa hari yang lalu, seorang teman Saya (sebut Saja dia A) bercerita bahwa dia sering sekali dihubungi seorang temannya yang senang sekali mengeluh tentang pekerjaannya di kantor (sebut saja dia B). Si B punya pekerjaan dengan gaji besar, cukup besar untuk kalangan S1 lah, tapi pekerjaannya ia anggap melelahkan, menyusahkan dll dll dll. Si A sebagai  teman yang baik, dengan sabar dan setia selalu mendengarkan keluhan temannya meskipun dia sendiri capek dengernya. Si A juga seorang karyawan, kerja dari pagi, pulang malam hari, kerjaannya cukup sulit, juga melelahkan, tapi bedanya A menjalani pekerjaannya dengan enjoy aja gitu meskipun dengan gaji yang sedikit di bawah si B, tanpa keluhan berarti. A bahagia, B tidak bahagia. Yang enjoy ya bahagia, yang banyak ngeluh ya gitu deh ….

Pada contoh di atas, bahagianya si B harus “dijemput”, B harus bertindak dan mengeluh itu bukan merupakan tindakan yang bisa mengubah keadaan alias ga ada gunanya. Kalo ga bahagia dengan kerja di kantor itu even gajinya besar, ya keluar aja keleus hehe kalo ga mau keluar karena ga rela kehilangan gaji besar dari kantor itu, ya enjoy aja, nikmatin. Beres perkara :)

Cara yang ketiga dan keempat yaitu “jalan-jalan dan banyak ketemu orang lain yang di bawah kita”. Saya punya kebiasaan dari kecil yang masih Saya lakukan hingga sekarang meski jarang. Kebiasaan itu adalah “jalan-jalan”, beneran jalan-jalan ya, pake kaki hehe. Iya, kalo lagi sedih, bete, kesel, pokoknya lagi ngerasain perasaan-perasaan negatif, Saya suka jalan-jalan sendiri. Jalan-jalannya pagi, siang, atau sore ya, ga malem-malem serem gitu. Jalan-jalan ke lingkungan padat penduduk, rumah kumuh, bantaran kali, gitu-gitu. Ketemu orang-orang di sana (ga ngobrol sih, cuma lihat dari jauh aja seringnya), lihat apa yang mereka lakukan, lihat apa yang mereka makan, kadang ga sengaja netes air mata (cewe imut emang suka gitu, gampang nangis haha), secara ajaib tiba-tiba kembali bahagia. Bahagia di atas penderitaan orang lain? Bukan. Bahagia karena sadar “gue mungkin ga sanggup ya kalo jadi mereka, malu lah sedih-sedihan sedangkan gue mau makan bisa, mau sekolah bisa, temen banyak, hiburan tersedia dll dll dll”.

Cara selanjutnya alias yang kelima yaitu “jangan iri dengki”. Deuh! ga ada bagus-bagusnya lah sifat itu. SMS : Seneng Melihat orang lain Susah, Susah Melihat orang lain Seneng. Bro, ga bahagia banget hidup begitu :D. Saya bukan anak orang kaya, alasan untuk ngerasa ga bahagia kalo mau ungkit-ungkit soal materi mah banyak, lihat temen beli gadget baru aja kalo pake perasaan iri dengki, ya bawaannya ga bahagia. Tapi, ngapain? emang kalo iri dengki terus sekonyong-konyong kebahagiaan orang lain itu pindah ke kita? ya ga lah, yang ada sakit kepala mikirinnya hehe.

Terakhir, hmm walaupun cara ini ditulis paling akhir, tapi bukan berarti ini yang paling ga penting ya, justru ini adalah ujung tombak kalo diistilahkan dalam perang, bagian paling penting untuk “membunuh musuh”. Musuh kita di sini yaitu “Si Unhappy Feeling” itu pastinya. Apakah ujung tombak yang dimaksud itu? …..

BERSYUKUR.

Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan KEKAL dan BERTAMBAH. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” (Sumber : klik di sini :) ).

“Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” QS Ibrahim (14), Ayat 7

Janji Allah itu pasti, jadi gausah ragu, gausah banyak ngerasa ga bahagia untuk hal-hal kecil, mending habiskan waktu untuk ibadah, belajar, cari ilmu, cari rezeki yang halal, berkawan dengan orang-orang yang banyak mengingat Allah, jangan jahat sama makhluk Allah yang lain, cari bekal akhirat, karena pertanyaan yang harus banget kita tanyakan ke diri kita setiap hari adalah “udah siap belum kalo nanti Allah suruh kita ‘pulang’? :’)”.

Let’s be happy ^^,

Salam happy dari Yufi :)

Manusia yang Adil dan Beradab?

Bismillaahirahmanirrahiim…

Tulisan ini terinspirasi banget dari kajian ceramahnya Ust. Khalid Basalamah di youtube yang berjudul Sebaik-Baik Bekal adalah Taqwa 3. Silahkan lihat sendiri isi kajiannya, lembutkan hatinya, dengarkan baik-baik, Saya pribadi sih sempat netesin air mata di bagian “Pelatihan Menjadi Mayit” …. well, lebay kah? hehe.

Manusia yang adil dan beradab …. Semua warga Indonesia yang pernah mengikuti upacara bendera setiap Senin pagi, paling tidak sampai bagian pembacaan teks Pancasila aja, pasti tahu dan familiar banget dengan sila kedua ini “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Diulang-ulang berkali-kali, satu minggu sekali, bahkan bisa jadi ditambah pengulangannya kalo-kalo ada perayaan hari nasional yang dirayakan dengan upacara bendera. Jadi gimana? ketika sudah dewasa sekarang sudah adil? sudah beradab? Pertanyaan lainnya lagi, harus adil pada siapa? beradab pada siapa? Jawab dulu deh masing-masing^^.

Yang ingin Saya sampaikan di sini adalah tentang adil kepada Allah, beradab kepada Allah. Maksudnya? Oke, mau share sedikit boleh ya …. :)  Jadi gini, beberapa kali ketika bepergian keluar rumah dan sholat menjadi makmum, beberapa kali itu juga sempat merasa “diburu-buru” sholatnya oleh sang imam hehe. Maksudnya situ ngerasa sholatnya keren, Yuf? ya ga gitu, kan bukan masalah keren ga nya, tapi masalah khusyuk atau ga nya sholat, itu lah yang diterima Allah. oooh maksudnya situ udah khusyuk, Yuf sholatnya? ya ga gitu juga, tapi supaya bisa khusyuk sholatnya harus meresapi bacaan sholatnya bukan ya? kalo buru-buru ada waktu untuk meresapi bacaan sholatnya ga ya? gitu maksudnya :”). Namanya juga usaha, Bro Sist ;).

Nah, cerita di atas itu soal adab kepada Allah. Setelah sholat juga misalnya kita bertasbih, banyak di antara kita yang baca “Subhanallaah 33x, Alhamdulillaah 33x, Allahuakbar 33x, dan diakhiri dengan syahadat” tapi cepeeeetttt banget sampe-sampe susah deh dibedain antara bertasbih sama menggerutu, jadi niatnya muji Allah atau menggerutui Allah?. Well, ini dia salah satu adab kepada Allah, memuji-Nya dengan sebutan yang baik (yang dituntunkan Rasulullaah Shalllallu’alaihi wa sallam), dengan cara yang baik pula. Logika sederhana yang dikatakan Ust. Khalid Basalamah, jika kita akan menemui seseorang yang anggap lah lebih tua atau bahkan dihormati (entah beliau adalah atasan kita, guru, dosen, atau orang yang kita hormati), sudah pasti kita akan mengatur bahasa, kata-kata apa yang akan kita sampaikan, gaya penyampaian, atau cara bertutur kata kita dihadapannya agar terlihat sopan dan tidak menyinggung perasaannya. Nah, itu baru dihadapan manusia dan kita sudah sebegitu mempersiapkan diri, lalu bagaimana ketika menghadap Allah (dalam sholat atau berdoa misalnya)? Bukankah seharusnya lebih dari itu usaha kita?.

Lalu soal adil, 24 jam Allah beri kepada kita waktu dalam satu hari untuk beraktivitas dan beristirahat, bagaimana kita mengatur waktu tersebut?. Adakah waktu untuk bersyukur kepada Allah? “Ya iya lah ada, kan sholat 5 waktu, bahkan kadang dhuha dan tahajjud juga lho gueee”. Iye iye mantabh lah Bray sipppp ;). Sholat 5 waktu, 1 waktu 5 menit, dikali 5 sama dengan 25 menit, tambahin dengan waktu untuk berdoa 5 menit untuk setiap kali doa, misal 5 kali juga berdoa dalam sehari, jadi 5 dikali 5 menit sama dengan 25 menit. Total waktu berkomunikasi sama Allah dalam sehari = 50 menit/24 jam. Oke, di sini bukan soal cepat atau lamanya (kuantitasnya), tapi kualitasnya, bagaimana kualitas ibadah kita kepada Allah selama ini? Sudah seberkualitas dengan usaha kita mengerjakan tugas-tugas di kantor? Sudah seberkualitas dengan usaha-usaha kita berwirausaha? Sudah seberkualitas usaha-usaha kita menyenangkan hati pasangan? Cie yang punya pasangan…. *penyakit hati deh muncul kalo udah singgung-singgung soal ini :p*. Jawab sendiri deh :)))

Tulisan ini reminder aja, terutama untuk diri sendiri yang juga masih usaha banget, masih merangkak banget, masih mengemis banget sama Allah agar ibadah-ibadah yang dilakukannya sekecil apapun, tapi berharap itu adalah ibadah yang berkualitas, yang Allah terima, yang berada dicatatan “amal baik” yang akan menemani nanti di kubur selama masa penantian menuju hari akhir, yang memberi jalan menuju syurga-Nya, yang mengumpulkannya nanti bersama dengan kekasih-kekasih Allah di kehidupan abadinya. Aamiin ya Rabbal’alaamiin.

Segitu aja cuap-cuapnya, semoga tujuan cuap-cuapnya tercapai, Allah ampuni kekeliruan dalam tulisan ini dan ridhoi. Mari kita semua menjadi manusia yang adil dan beradab, baik kaitannya dengan hubungan horizontal (kepada sesama makhluk Allah), terlebih lagi yang kaitannya dengan hubungan vertikal (hubungan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala). Aamiin ya Rabbal’alaamiin. Ciyao! ^^.

Btw, kalo hati udah bersih jangan dikotorin lagi ya, nanti kayak doi di bawah ini lho, bolak-balik bersihin, capek nanti :”) hihihi.

gambar-animasi-kartun-lucu-bergerak